Berikut merupakan Prediksi Piala Dunia, Brazil 2014 Versi Jose Mourinho
Showing posts with label Sepak bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak bola. Show all posts
Monday, 2 June 2014
Monday, 12 November 2012
Jersey Baru Timnas Indonesia di piala AFF 2012
Nike pada Senin (12/11) ini merilis seragam
baru tim nasional Indonesia untuk turnamen AFF Suzuki Cup 2012 yang akan
dihelat pada 24 November sampai 22 Desember mendatang.
Sesuai dengan komitmen Nike dalam
menyatukan visi untuk selalu mengedepankan performa atlet serta
memberikan dampak amat minim bagi lingkungan, bahan untuk celana seragam
terbaru ini terbuat dari 100 persen polyester daur ulang, sedangkan
bahan untuk kausnya terbuat dari setidaknya 96% polyester daur ulang.Materi untuk sepasang jersey sendiri dihasilkan dari 13 botol plastik yang telah didaur ulang.
Seragam ini dikonstruksi menggunakan teknologi Nike Dri-FIT guna menghalau kelembaban, serta dibuat dengan bahan yang 23 persen lebih ringan serta 20 persen struktur jahitan yang lebih kuat dibandingkan seragam sebelumnya. Kaus jersey pun menampilkan lubang ventilasi yang dibuat dengan menggunakan laser untuk mendukung pendinginan di area tertentu, sehingga dapat membantu pemain mempertahankan suhu tubuh selama pertandingan.
Seperti biasanya, warna merah mendominasi seragam utama skuat Garuda, dan terdapat pula elemen khas warna hijau yang di bagian lengan bawah kaus, yang terinspirasi dari seragam timnas tahun 1950-an.
Lambang Garuda tersemat di bagian dada kiri, dan di bagian dalam punggung seragam tertera tulisan Bhineka Tunggal Ika alias ‘kesatuan dalam keragaman’ yang berfungsi sebagai inspirasi untuk tim.
“Nike Indonesia merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari momentum penting dalam dunia sepakbola negara Indonesia. Komitmen Nike memang selalu untuk membantu para atlet mencapai performa terbaik mereka dengan inovasi teknologi terbaik yang kita miliki,” tutur Country Marketing Manager Nike Indonesia, Nino Priambodo.
“Nike menyadari bahwa meluncurkan seragam terbaru Timnas Indonesia ini bukan sekadar tentang menampilkan produk, tapi juga ketika yang mengenakannya baik atlet maupun para pencinta sepakbola, seragam ini akan berbicara tentang rasa kebangsaan, kebanggaan, serta semangat juang untuk tidak penah berhenti berharap sepakbola Indonesia bisa mencapai kejayaan kembali,” imbuhnya.
“PSSI merasa bangga bisa meluncurkan seragam tim Garuda Indonesia yang terbaru ini berkat dukungan dari Nike. Menyadari beratnya tugas para atlet tim sepakbola nasional kita, untuk memenangkan piala Suzuki AFF 2012, dan mengharumkan nama bangsa, PSSI selalu berusaha menyediakan yang terbaik bagi mereka, dan seragam tentunya memegang peranan yang penting terutama untuk menampilkan semangat kebangsaan kita” timpal Halim Mahfudz, Sekretaris Jenderal PSSI.
Monday, 23 July 2012
20 Fakta Unik Sepak bola Indonesia
1.
Hampir semua Nama Klub Sepak Bola Indonesia Berawalan huruf P
2.
Cuma di Indonesia, klub dibiayai pemda dimana uangnya diperoleh dari rakyat.
3.
Cuma di Indonesia pula, walikota/ Bupati/Gubernur merangkap ketua klub.
4.
Banyak pejabat di daerah terlibat kasus korupsi hanya gara-gara salah mengelola
keuangan klub dengan mencampur adukkan dengan Anggaran pendapatan dan belanja
daerah setempat.
5.
Bisa jadi, di beberapa daerah, jumlah penonton yang membayar tiket pertandingan
dengan yang tidak membayar berbanding 50-50.
6.
Di musim hujan, tempat paling strategis menonton pertandingan adalah di bawah
pohon tinggi yang menjulang di balik tembok stadion.
7.
Penonton Indonesia dikenal fanatik, nekat dan tak takut mati, bahkan mungkin
lebih nekat dari Hooligan Inggris. Mereka berani memanjat menara lampu stadion
yang tinggi di tengah hujan demi bisa menonton pertandingan secara gratis.
8.
Untuk bertahan di tengah kompetisi yang ketat, pemain Indonesia harus dibekali
dengan skill sepakbola, lari, dan pencak silat atau tinju. Lari utuk
menghindari kejaran penonton suporter atau manajer lawan yang mengamuk karena
kalah, pencak silat atau tinju untuk membela diri jika sudah terpojok dengan
lawan atau ketika emosi dengan keputusan wasit.
9.
Bus klub yang digunakan untuk mengangkut pamain sebaiknya haruslah berlapis
baja. Karena jika tidak, bisa ringsek dihadang suporter tim lawan yang
menghadang di jalan.
10.
Sulit mendapatkan sisi lapangan yang tidak terggenang air ketika hujan di
Indonesia.
11.
Ajaib! Ketua umumnya masuk penjara tapi masih bisa memimpin organisasi PSSI.
12.
Tak usah takut dengan skorsing yang dijatuhkan oleh komisi disiplin, karena
nantinya pasti akan diampuni oleh ketua umum.
13.
Jarak laga tandang yang harus dilakoni sebuah klub di Indonesia bisa jadi yang
terjauh. Bayangkan jika klub asal Aceh harus terbang ke Papua atau sebaliknya.
14.
Di Indonesia, petugas keamanan menghadap ke lapangan bukan ke arah penonton,
bahkan beberapa di antaranya terlihat duduk dan bersorak memberi dukungan untuk
tim tuan rumah.
15.
Cuma di Indonesia, polisi turun tangan melerai dan menangkap dua pemain yang
bertikai di lapangan. Bahkan sempat memenjarakannya .
16.
Di Indonesia, yang memukul bukan hanya pemain dan offisial, wasit pun tak mau
kalah.
17.
Kadang-kadang, lapangan juga dijadikan tempat membuang sampah oleh penonton,
terutama jika tim kesayangannya kalah.
18.
Jika sebelum pertandingan lapangan disterilkan, seringkali akan ditemukan
banyak benda berbau klenik di seputaran gawang.
19.
Meski telah diperiksa petugas sebelum masuk, masih banyak penonton membunyikan
peluit di tengah atau akhir pertandingan. Tidak diketahui dimana mereka
menyembunyikan benda terlarang tersebut, kemungkinan di
daerah"terlarang"yang bebas razia.
20.
Menonton kompetisi liga super Indonesia seperti menonton liga eks-patriat di
negeri sendiri, jumlah pemain asing yang dimainkan hampir lebih banyak dari
pemain lokal. Sayangnya, kualitas pemain asing rata-rata tidak lebih baik dari
pemain lokal. Umumnya mereka lebih besar, tinggi dan garang di lapangan.
Saturday, 21 July 2012
SEPAKBOLA MUSLIM dan PUASA
Siapa orangnya yang tak kenal dengan Geoge Weah. Pesepak bola legenda
Liberia yang lama berkostum AC Milan. Lalu ada Franck Ribery, sang
jendral lapangan tengah Prancis yang merumput bersama klub The Hollywood
Bayern Munechen FC. Kemudian ada Nicholas Anelka yang malang melintang
di klub-klub Premier League. Lantas ada Frederick Kanoute striker
briliant Mali yang merumput diklub elite Spanyol, Sevila. Ada Rami
Shaaban, penjaga gawang timnas Swdia. Serta sederet bintang-bintang
gemerlap Eropa yang berbendera klub-klub elite.
Ternya mereka
adalah orang-orang yang menyerahkan dirinya dalam kekuasaan Allah, yang
berjanji dalam kalimat Tasyahud , Mereka berbalut bendera muslim dalam
tubuhnya serta berbingkai muslim dalam pribadinya. Luar biasa,
kontrubusi muslim dalam kesemarakan jagat sepak bola eropa dan dunia
saat ini. Mereka adalah sebagian contoh pesepakbola kesohor yang tak
menempelkan identitas muslim pada namanya.
Berbeda dengan
Zinedin Zidan (Legenda Prancis dan Real Madrid), Zlatan Ibrahimovich
(Swedia-AC Milan), Ibrahim Affelay (Belanda-Barcelona), Khalid
Boulahrouz (Belanda), Karim Benzema (Prancvis-Real Madrid CF), Samir
Nasri (Prancis-Manchester City) dan lain-lain sebagainya, nama-nama
mereka begitu familiar di telinga orang-orang muslim sertra mewakili
sebagian besar latar belakng keluarga mereka yang memang muslim.
Kehidupan mereka sungguh diluar dugaan, dunia gemerlap yang kerap
menyambangi anak-anak muda eropa, serta gaya hidup mewah sebagian
milyuner olahraga yang sering melebihi batas. Ternyata mereka lebih
memilih hidup sederhana dengan banyak mensyukuri nikmat dai Allah. Do’a
dan usaha berjalan selaras dalam durasi hidup mereka. Rendah diri,
beretika dan bermartabat menjadi ciri mereka baik dalam lapangan maupun
dalam kehidupan sehari-hari. Etika santun dalam berbhasa, lembut dalam
berprilaku menggambarkan pribadi yang luhur dan bermoral, mengangkat
citra islam yang memang direndahkan di kawasan Eropa.
Kehadiran
mereka dipentas dunia benat-benar membawa angin segar dalam
keterpurukan muslim, mereka mampu menangkal serangan (hujatan) melalui
aksi briliyan ditengah lapangan dan sikap manusiawi yang uth
dilibgkungan kehidupannya.
Islam telah mengajarkan mereka
bagaimana cara hidup yang sebenarnya. Qur’an dan Sunnah membimbing
mereka dalam bergaul dengan kelompok professional-nya. Tantangan yang
berat mereka lalui. bagaimana tidak? mereka berada dalam sebuah
komunitas yang kontra religi, berbeda keyakinan, tapi mereka mampu
bersilaturahmi dengan sempurna. Islam memberikan solusi yang tepat untuk
mereka dalam melaksanakan ibadah sebagaimanifestasi keyakinan dan
melaksanakan kegiatan kompetisi sebagai bentuk professionalisme.
Khusus untuk bulan suci ramadhan, implementasi professional mereka tak
menurun sekalipun intensitas ibadah mereka lebih tinggi. Sebagaian
kawasan Eropa tidak mengenal libur bulan puasa untuk seluruh aspek
kehidupan. Sehingga tidak ada aturan khusus untuk atlet sepak bola yang
beragama Islam pada bulan suci ramadlan, siapapun sama dalam urusan
professional.
Sebagaimana yang dialami oleh George Weah
professional sejati asal Liberia yang sukses menjadi punggawa raksasa
AC Milan tahun 90-an. Weah yang muslim ta’at melaksanakan kompetisi seri
A di bulan suci dengan lapang dada, berlatih keras dengan gairah tinggi
dan berlaga dilapangan seperti biasa, sekalipun ia tetap melaksanakan
kewajibannya terhadap Allah melakukan puasa.
Namun bila jadwal
latihan dan kompetisi terlalu mepet, tak urung ia juga meninggalkan
puasa beberapa hari kemudian mengqodlo-nya dilain kesempatan, luar biasa
untuk seorang professional sejati macam George Weah.
Lain
cerita dengan Zinedin Zidan, Samir Nasri, Karim Benzema, Franck Ribery
dan Nicholas Anelka. Sungguhpun Prancis sebagai negara Gold Gosvel and
Glory, namun banyaknya imigran Afrika yang beragama Islma memungkinkan
mereka dapat bergail bebas sesama islam dinegeri Prancis. Komunitas
muslim yang terbentuk spontanitas memberikan ruang dan kultur budaya
terhadap Zidan Cs, sehingga dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan
ramadlan bukanlah sebuah tantangan besar bagi mereka untuk berkompetisi
di liga masing-masing.
Sama halnya dengan Mesut Ozil dan Sami
Khedira, sekalipun mereka berbendera Jerman dalam segi professional,
namun pada dasarnya mereka adalah anak-anak Turki yang memang tak lepas
dari sejarah peradaban Islam negerinya. Kultur budaya Islam yang melekat
pada diri mereka membentuk citra dan pribadi yang anggun dan shaleh.
Sungguhpun begitu watak Turki yang ksatria tetap menjadi ciri khas
mereka dalam menjalankan Islam sebagai agama mereka dan sepak bola
sebagai profesi mereka.
Kompetisi negara-negara Eropa yang
menjulang keangkasa, menebarkan aroma persaingan yang kuat dan membara.
Kompetisi yang melibatkan klub-klub raksasa dengan prestasi mentereng,
klub yang di danai oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Sebut saja Real
Madrid CF, raksasa Eropa ini tak sungkan mengemis jasa anak-anak muslim
yang memiliki reputasi Internasional. Setelah usai tugas Zidan
menghantar Madrid ke puncak Eropa, kini giliran Karim Benzema, Mesut
Ozil dan Sami Khedira mengangkat bendera Madrid tinggi-tinggi. El-Real
yang dibintangi trio muslim ini mengangkasa dilangit Eropa. Segudang
prestasi telah mereka persembahkan sebagai bentuk wujud professinalitas
Benzema Cs.
Masih banyak cerita tentang eksistensi pesepakbola
muslim yang berkiprah di tim-tim besar Eropa yang melaksanakan kewajiban
berpuasa dibulan ramadlan saat kompetisi Eropa begitu giat dan ketat.
Khalid Boulahrouz, Ibrahim Affelay dan Robin Van Persie adalah
contoh-contoh profesional sejati yang konsisten dalam melaksanakan
kewajiban terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Sekalipun mereka
bergaul dengan kelompok non muslim yang menampilkan gaya bebas, urakan
dan tanpa batas. Namun mereka konsisten dalam melaksanakan keyakinannya.
Menghindari makanan haram, menghindari pergaulan bebas (Dugem),
menghindari alkohol dan lain-lain sebagainya. Untuk itulah mengapa
kehidupan pribadi pemain muslim di Eropa tidak terlalu dipublishir.
Amr Zaki pemain profesional Wigan Athletic yang berkompetisi di Liga
Premier Inggris konsisten dalam menjalankan puasanya. Ketika sang
pelatih Steve Bruce memberikan opsi apakah akan turun tanding atau
puasa. Zaki pemain internasional Mesir ini lebih memilih puasa. Lain
halnya dengan Ahmed Mido Hosam, pemain internasional Mesir lainnya yang
berlaga di klub Tottenham Spurs ini, ia memilih fleksibel dalam
menjalani profesi dan ibadah puasa. Ia akan batal puasa saat bertanding,
dengan mengqodlo puasa di bulan lainnya.
Kebijakan Steve Bruce
di Wigan Athletic dan manager-manager lainnya di klub besar Eropa tak
diikuti The Special One Jose Mourinho di Inter Milan. Ia malah
mempermasalahkan Suley Ali Muntari pemain internasional Ghana yang
notabene anak asuhnya. Suley dianggap bermaslah saat ramadlan
penampilannya dianggap menurun drastis. Padahal Suley saat itu sedang
menjalankan ibadahnya ke pada Allah.
Suley yang sebelumnya
memperkuat klub raksasa Itali lainnya Ac Milan berhasil menruskan
tradisi pemain muslim diklu-klub besar Eropa. Setelah era George Weah,
tak ada lagi hegemoni muslim di AC Milan, baru setelah Suley Ali Muntari
datang ke San Siro, denyut bintang muslim kembali menggeliat. Setelah
menuntaskan kewajibannya di AC Milan, Ali Muntary berkelana ke klub
tetangga yang notabene adalah rival sejati AC Milan, Internazionale
Milan yang saat itu di tangani Jose Mourinho.
Komentar Jose
Mourinho berkaitan dengan kebugaran Suley bahwa ramadlan tidak datang
tepat untuk pemain-pemain profesional mendapat kritik tajam dari
komunitas muslim Itali. Mourniho dianggap tidak memiliki etika dan
pribadi yang bagus untuk masalah toleransi. Pribadinya yang arogan
dinilai berbalik dengan reputasinya sebagai seorang koki sepak bola
kelas wahid. Sungguh sangat disayangkan sikap Mou yang kontradiktif
menilai pribadi Suley Ali Muntary yangh dikaitkan dengan keberadaan
ramadlan bulan yang disucikan oleh umat Islam.
Apapun
keberadaannya, pemain muslim memiliki reputasi menjulang diklub-klub
raksasa Eropa. Zidan dkk (Muslim) layak mendapat apresiasi untuk
menjalankan profesionalitasnya sebagai pemain bola Eropa, juga
menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Mereka berjasa besar
dalam mengatrol prestasi klub-klub mereka diliga masing masing. Dan
ingat, mereka adalah bintang di klubnya.
Wallahu’alam
Siapa orangnya yang tak kenal dengan Geoge Weah. Pesepak bola legenda
Liberia yang lama berkostum AC Milan. Lalu ada Franck Ribery, sang
jendral lapangan tengah Prancis yang merumput bersama klub The Hollywood
Bayern Munechen FC. Kemudian ada Nicholas Anelka yang malang melintang
di klub-klub Premier League. Lantas ada Frederick Kanoute striker
briliant Mali yang merumput diklub elite Spanyol, Sevila. Ada Rami
Shaaban, penjaga gawang timnas Swdia. Serta sederet bintang-bintang
gemerlap Eropa yang berbendera klub-klub elite.
Ternya mereka
adalah orang-orang yang menyerahkan dirinya dalam kekuasaan Allah, yang
berjanji dalam kalimat Tasyahud , Mereka berbalut bendera muslim dalam
tubuhnya serta berbingkai muslim dalam pribadinya. Luar biasa,
kontrubusi muslim dalam kesemarakan jagat sepak bola eropa dan dunia
saat ini. Mereka adalah sebagian contoh pesepakbola kesohor yang tak
menempelkan identitas muslim pada namanya.
Berbeda dengan
Zinedin Zidan (Legenda Prancis dan Real Madrid), Zlatan Ibrahimovich
(Swedia-AC Milan), Ibrahim Affelay (Belanda-Barcelona), Khalid
Boulahrouz (Belanda), Karim Benzema (Prancvis-Real Madrid CF), Samir
Nasri (Prancis-Manchester City) dan lain-lain sebagainya, nama-nama
mereka begitu familiar di telinga orang-orang muslim sertra mewakili
sebagian besar latar belakng keluarga mereka yang memang muslim.
Kehidupan mereka sungguh diluar dugaan, dunia gemerlap yang kerap
menyambangi anak-anak muda eropa, serta gaya hidup mewah sebagian
milyuner olahraga yang sering melebihi batas. Ternyata mereka lebih
memilih hidup sederhana dengan banyak mensyukuri nikmat dai Allah. Do’a
dan usaha berjalan selaras dalam durasi hidup mereka. Rendah diri,
beretika dan bermartabat menjadi ciri mereka baik dalam lapangan maupun
dalam kehidupan sehari-hari. Etika santun dalam berbhasa, lembut dalam
berprilaku menggambarkan pribadi yang luhur dan bermoral, mengangkat
citra islam yang memang direndahkan di kawasan Eropa.
Kehadiran
mereka dipentas dunia benat-benar membawa angin segar dalam
keterpurukan muslim, mereka mampu menangkal serangan (hujatan) melalui
aksi briliyan ditengah lapangan dan sikap manusiawi yang uth
dilibgkungan kehidupannya.
Islam telah mengajarkan mereka
bagaimana cara hidup yang sebenarnya. Qur’an dan Sunnah membimbing
mereka dalam bergaul dengan kelompok professional-nya. Tantangan yang
berat mereka lalui. bagaimana tidak? mereka berada dalam sebuah
komunitas yang kontra religi, berbeda keyakinan, tapi mereka mampu
bersilaturahmi dengan sempurna. Islam memberikan solusi yang tepat untuk
mereka dalam melaksanakan ibadah sebagaimanifestasi keyakinan dan
melaksanakan kegiatan kompetisi sebagai bentuk professionalisme.
Khusus untuk bulan suci ramadhan, implementasi professional mereka tak
menurun sekalipun intensitas ibadah mereka lebih tinggi. Sebagaian
kawasan Eropa tidak mengenal libur bulan puasa untuk seluruh aspek
kehidupan. Sehingga tidak ada aturan khusus untuk atlet sepak bola yang
beragama Islam pada bulan suci ramadlan, siapapun sama dalam urusan
professional.
Sebagaimana yang dialami oleh George Weah
professional sejati asal Liberia yang sukses menjadi punggawa raksasa
AC Milan tahun 90-an. Weah yang muslim ta’at melaksanakan kompetisi seri
A di bulan suci dengan lapang dada, berlatih keras dengan gairah tinggi
dan berlaga dilapangan seperti biasa, sekalipun ia tetap melaksanakan
kewajibannya terhadap Allah melakukan puasa.
Namun bila jadwal
latihan dan kompetisi terlalu mepet, tak urung ia juga meninggalkan
puasa beberapa hari kemudian mengqodlo-nya dilain kesempatan, luar biasa
untuk seorang professional sejati macam George Weah.
Lain
cerita dengan Zinedin Zidan, Samir Nasri, Karim Benzema, Franck Ribery
dan Nicholas Anelka. Sungguhpun Prancis sebagai negara Gold Gosvel and
Glory, namun banyaknya imigran Afrika yang beragama Islma memungkinkan
mereka dapat bergail bebas sesama islam dinegeri Prancis. Komunitas
muslim yang terbentuk spontanitas memberikan ruang dan kultur budaya
terhadap Zidan Cs, sehingga dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan
ramadlan bukanlah sebuah tantangan besar bagi mereka untuk berkompetisi
di liga masing-masing.
Sama halnya dengan Mesut Ozil dan Sami
Khedira, sekalipun mereka berbendera Jerman dalam segi professional,
namun pada dasarnya mereka adalah anak-anak Turki yang memang tak lepas
dari sejarah peradaban Islam negerinya. Kultur budaya Islam yang melekat
pada diri mereka membentuk citra dan pribadi yang anggun dan shaleh.
Sungguhpun begitu watak Turki yang ksatria tetap menjadi ciri khas
mereka dalam menjalankan Islam sebagai agama mereka dan sepak bola
sebagai profesi mereka.
Kompetisi negara-negara Eropa yang
menjulang keangkasa, menebarkan aroma persaingan yang kuat dan membara.
Kompetisi yang melibatkan klub-klub raksasa dengan prestasi mentereng,
klub yang di danai oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Sebut saja Real
Madrid CF, raksasa Eropa ini tak sungkan mengemis jasa anak-anak muslim
yang memiliki reputasi Internasional. Setelah usai tugas Zidan
menghantar Madrid ke puncak Eropa, kini giliran Karim Benzema, Mesut
Ozil dan Sami Khedira mengangkat bendera Madrid tinggi-tinggi. El-Real
yang dibintangi trio muslim ini mengangkasa dilangit Eropa. Segudang
prestasi telah mereka persembahkan sebagai bentuk wujud professinalitas
Benzema Cs.
Masih banyak cerita tentang eksistensi pesepakbola
muslim yang berkiprah di tim-tim besar Eropa yang melaksanakan kewajiban
berpuasa dibulan ramadlan saat kompetisi Eropa begitu giat dan ketat.
Khalid Boulahrouz, Ibrahim Affelay dan Robin Van Persie adalah
contoh-contoh profesional sejati yang konsisten dalam melaksanakan
kewajiban terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Sekalipun mereka
bergaul dengan kelompok non muslim yang menampilkan gaya bebas, urakan
dan tanpa batas. Namun mereka konsisten dalam melaksanakan keyakinannya.
Menghindari makanan haram, menghindari pergaulan bebas (Dugem),
menghindari alkohol dan lain-lain sebagainya. Untuk itulah mengapa
kehidupan pribadi pemain muslim di Eropa tidak terlalu dipublishir.
Amr Zaki pemain profesional Wigan Athletic yang berkompetisi di Liga
Premier Inggris konsisten dalam menjalankan puasanya. Ketika sang
pelatih Steve Bruce memberikan opsi apakah akan turun tanding atau
puasa. Zaki pemain internasional Mesir ini lebih memilih puasa. Lain
halnya dengan Ahmed Mido Hosam, pemain internasional Mesir lainnya yang
berlaga di klub Tottenham Spurs ini, ia memilih fleksibel dalam
menjalani profesi dan ibadah puasa. Ia akan batal puasa saat bertanding,
dengan mengqodlo puasa di bulan lainnya.
Kebijakan Steve Bruce
di Wigan Athletic dan manager-manager lainnya di klub besar Eropa tak
diikuti The Special One Jose Mourinho di Inter Milan. Ia malah
mempermasalahkan Suley Ali Muntari pemain internasional Ghana yang
notabene anak asuhnya. Suley dianggap bermaslah saat ramadlan
penampilannya dianggap menurun drastis. Padahal Suley saat itu sedang
menjalankan ibadahnya ke pada Allah.
Suley yang sebelumnya
memperkuat klub raksasa Itali lainnya Ac Milan berhasil menruskan
tradisi pemain muslim diklu-klub besar Eropa. Setelah era George Weah,
tak ada lagi hegemoni muslim di AC Milan, baru setelah Suley Ali Muntari
datang ke San Siro, denyut bintang muslim kembali menggeliat. Setelah
menuntaskan kewajibannya di AC Milan, Ali Muntary berkelana ke klub
tetangga yang notabene adalah rival sejati AC Milan, Internazionale
Milan yang saat itu di tangani Jose Mourinho.
Komentar Jose
Mourinho berkaitan dengan kebugaran Suley bahwa ramadlan tidak datang
tepat untuk pemain-pemain profesional mendapat kritik tajam dari
komunitas muslim Itali. Mourniho dianggap tidak memiliki etika dan
pribadi yang bagus untuk masalah toleransi. Pribadinya yang arogan
dinilai berbalik dengan reputasinya sebagai seorang koki sepak bola
kelas wahid. Sungguh sangat disayangkan sikap Mou yang kontradiktif
menilai pribadi Suley Ali Muntary yangh dikaitkan dengan keberadaan
ramadlan bulan yang disucikan oleh umat Islam.
Apapun
keberadaannya, pemain muslim memiliki reputasi menjulang diklub-klub
raksasa Eropa. Zidan dkk (Muslim) layak mendapat apresiasi untuk
menjalankan profesionalitasnya sebagai pemain bola Eropa, juga
menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Mereka berjasa besar
dalam mengatrol prestasi klub-klub mereka diliga masing masing. Dan
ingat, mereka adalah bintang di klubnya.
Wallahu’alam
Monday, 16 July 2012
Format Liga Indonesia Musim Depan
Cara
Membentuk Liga Profesional di Indonesia menurut AFC (Asian Football
Confederation) :
1.
Setiap tim harus terbebas dalam bantuan dana dari daerahnya.
2.
Setiap tingkatan kasta liga harus berisikan maximal 18 tim .
3.
Tim yang mendapatkan Peringkat satu sampai lima liga kasta tertinggi, diberikan
dana oleh
PSSI untuk beruji coba international melawan tim dari Jepang,
Australia, UEA, Qatar, Saudi
Arabia, Uzbekistan, Qatar, Cina, dan Korea Selatan
(BUKAN ASEAN) .
4.
Komdis PSSI harus “tegas” dan “sangat keras” terhadap pemain yang menghina dan
memukul pemain lain, wasit, dan antar suporter tim .
5.
Juara liga dan runner up, serta Juara Piala Liga, diwajibkan oleh PSSI sebagai
lembaga tertinggi untuk menjuarai AFC CUP dan Semifinal Asia Champion League .
6.
Tim yang berkesempatan bermain di level Asia mewakili negara, diberi waktu
recovery dalam pertandingan liga lokal menjelang bertanding AFC CUP&Asia
Champion League .
7.
PSSI harus membantu fasilitas dan persiapan tim yang mewakili Indonesia berlaga
di Asia .
8.
Liga Kasta Tertinggi, harus pemain berusia 15 – 30 tahun, jika melebihi usia 30
tahun, pemain diwajibkan mengambil lisensi kepelatihan atau berlaga di kasta
kedua atau dibawahnya .
9.
Pemain asing harus berjumlah 3 kuota Eropa dan 1 kuota Asia .
10.PSSI
harus menghentikan setiap tim selama 5 tahun, jika suatu tim melakukan suap dan
pengaturan skor di semua kasta liga di Indonesia
11.Pelatih
yang berprestasi mengantarkan tim Indonesia juara liga 4 kali dan juara piala
liga 5 kali, berhak melatih Timnas Indonesia .
12.Uji
Coba International klub peringkat satu sampai dengan lima kasta tertinggi
Indonesia wajib dilaksanakan dan diberikan dana oleh PSSI .
13.
Pelatih harus berlisensi A AFC, dan Assisten Pelatih minimal berlisensi A AFC .
14.
Wasit harus mengeluarkan kartu merah, apabila pemain menghina wasit atau
memukul lawan, bahkan melakukan hal yang sama pada wasit .
15.
Wasit harus menghentikan pertandingan, apabila ada suporter yang memasuki
stadion tanpa tiket dan memasuki lapangan karena apapun masalah yang disampaikan
suporter .
16.
Pemain yang bermaksud melakukan"kill time"dengan hal apapun wajib
diberi kartu kuning .
17.
Komisi Disiplin PSSI harus melakukan denda dan hukuman larangan berlaga kepada
pemain yang menghina dan memukul wasit ataupun lawan .
18.
PSSI harus memberikan dana tambahan kepada tim yang berlaga di AFC CUP dan Asia
Champion League .
19.
Bagi tim yang menjuarai AFC CUP PSSI wajib memberikan penghargaan khusus dan
memberi bonus kepada tim tersebut .
20.
Tim yang berhasil mencapai Semifinal Asia Champion League, sesuai dengan target
nyata PSSI, berhak mendapatkan bonus dan penghargaan nyata dari PSSI sebagai
federasi tertinggi .
21.
Semua tim harus memiliki kelompok umur dari U 10 sampai U 21
22.
Pelatih kelompok umur tim harus berlisensi A AFC atau B UEFA
23.
PSSI wajib mengadakan pertandingan Liga U 10, U 12, U 14, U 17, U 19, dan U 21
24.
Setiap Juara 1 - 3 Liga U 10 sampai U 21, diberikan kesempatan oleh PSSI dan
Liga untuk bertanding dalam kejuaraan ASIA dan dunia dalam semua ajang tingkat
Asia dan Dunia, sesuai dengan Young Professional League .
25.
Liga kasta tertinggi sampai Divisi terbawah (amatir), berada dalam satu
naungan"RESMI"PSSI, sebagai Konfederasi tertinggi di Indonesia .
26.
Sebagai Liga Professional, PSSI diwajibkan mentargetkan tim yang mewakili Indonesia di Asia dapat
menjuarai AFC CUP dan mencapai semifinal Asia Champion League setiap tahunnya
27.
Tidak ada diskriminasi dan pengaturan skor dalam semua kasta dari tertinggi
hingga divisi terendah .
Saturday, 14 July 2012
Glaslow rangers Pailit !!
Juara Liga Skotlandia musim lalu, Glasgow Rangers, tidak akan
mampu mempertahankan gelar mereka, ketika mereka mendapat pengurangan sepuluh
angka karena masalah administrasi pada Selasa (14/02), ketika klub berusia 140
tahun itu menghadapi masalah keuangan.
Rangers, yang memimpin 15 angka di puncak klasemen Liga Skotlandia
di akhir musim lalu, kini membuntuti pemuncak klasemen sekaligus rival abadi,
Celtic, dengan selisih 14 angka menyusul hukuman yang dijatuhkan oleh
petinggi-petinggi liga.
Mereka kini sedang menunggu keputusan pengadilan yang dapat
membuat mereka memiliki hutang sampai 75 juta pounds, ketika mereka harus
menghadapi sengketa dengan instansi pajak Inggris, Her Majesty's Revenue and
Customs (HMRC), sehingga kerugian keuangan ini benar-benar merupakan kerugian
besar bagi raksasa Glasgow ini.
Rangers tetap berada di peringkat kedua klasemen, namun keunggulan
mereka terhadap tim peringkat ketiga, Motherwell, kini terpangkas menjadi hanya
sembilan poin.
Pemilik Rangers, Craig Whyte, mengeluarkan pernyataan, "Klub
tidak ingin ataupun mengantisipasi tindakan hari ini, namun tidak ada pilihan
lain."
"Kami berharap bahwa pembicaraan lanjutan dengan HMRC akan
berarti bahwa keputusan administrasi tidak akan diambil selama sepuluh hari
sementara semua jalan lain terus dieksplorasi."
"Karena struktur biaya, klub telah banyak menderita kerugian
selama beberapa bulan. Kewajiban ini dikombinasikan dengan ancaman hasil dari
persidangan pajak pertama membuat klub tidak memiliki pilihan selain secara
resmi merestrukturisasi masalah keuangan."
"Pada tahap ini tidak ada solusi yang telah didapat, di mana
masalah pribadiku diletakkan setelah klub. Klub dan para pendukung kami
merupakan yang utama."
"Sebagai ketua dan penggemar Rangers, sangat menyakitkan melihat
klub mendapat pengurangan sepuluh poin liga, namun saya meminta kepada semua
pendukung Rangers untuk bersatu dengan (manajer) Ally McCoist dan tim pada
masa-masa sulit ini."
Pertandingan Liga Skotlandia Rangers selanjutnya, partai kandang
menjamu Kilmarnock, belum tentu dapat dimainkan, karena Polisi Strathclyde
meminta mereka membayar jaminan kepada pihak kepolisian untuk ajang di Ibrox
pada Sabtu.
"Sampai kami mendapat jaminan itu kami tidak akan berada di
posisi untuk mengerahkan polisi di ajang itu, kecuali kami mendapat jaminan
bahwa biaya kami akan dibayar." Kasus HMRC melawan Rangers terpusat di
keputusan pengurus klub sebelumnya, yang membayar gaji para pegawai - termasuk
para pemain - dengan menggunakan dana imbalan kerja/employee benefit trusts
(EBT).
Meski EBT bukan sesuatu yang ilegal, HMRC menegaskan kontribusi
pajak jatuh tempo dari pendapatan yang diterima para pemain. Pendapatan
rata-rata Rangers dari pertandingan kandang, yakni 46.000 penonton - lebih
besar dari pada klub -klub besar Inggris seperti Liverpool dan Chelsea - tidak
membuat klub tersebut berlimpah uang.
Whyte mencoba menjelaskan kesulitannya pada Senin dengan berkata,
"Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, biaya operasional Rangers
mencapai 45 juta pounds per tahun, dengan pemasukan sekitar 35 juta
pounds."
Rangers dan Celtics adalah dua klub Skotlandia tersukses dan
rivalitas mereka, yang berakar dari kebencian di mana Rangers dianggap sebagai
klub Kristen dan Celtic sebagai klub Katolik, merupakan salah satu persaingan
terpanas di sepak bola Inggris.
Dominasi kedua klub di liga sungguh terasa, bahkan meski Rangers
mendapat pengurangan sepuluh poin, mereka masih unggul sembilan poin dari
Motherwell yang menghuni peringkat ketiga. Tetapi kedua klub Glasgow ini
kesulitan menorehkan prestasi di Liga Champions.
courtesy by : bola.net
Monday, 2 July 2012
Dari Spanyol untuk Mereka yang Telah ‘Pergi’
Sepakbola Spanyol sudah tiga kali
berduka sebelum timnas mereka ikut di tiga turnamen besar terakhir. Maka ketika
sukses berhasil didapat di kurun waktu tersebut, semua dipersembahkan untuk
mereka yang sudah tiada.Dimulai dari tahun 2007 ketika kapten Sevilla, Antonio
Puerta, menghembuskan nafas terakhir di lapangan karena gagal jantung. Dunia
sepakbola khususnya Spanyol dirundung duka mendalam.Setahun setelahnya Spanyol
tampil di Piala Eropa 2008 dan menjadi juara. Dalam perayaan gelar juara tersebut,
Sergio Ramos mengenakan t-shirt bergambar wajah Puerta di depan dan bertuliskan
nomor 16 di belakangnya yang menunjukkan nomor punggung Puerta.Wajar jika
Puerta dan Ramos begitu dekat karena keduanya sama-sama menimba ilmu di akademi
sepakbola Sevilla.
Selang setahun setelahnya Spanyol kembali kehilangan salah
satu pesepakbolanya yakni kapten Espanyol, Daniel Jarque, mendapat serangan
jantung saat sedang beristirahat di kamar hotel.Di 2010 Spanyol yang ikut Piala
Dunia berhasil mengakhiri turnamen dengan gelar juara dan sang pencetak gol
tunggal kemenangan di laga melawan Belanda, Andres Iniesta, merayakan gol
dengan membuka jersey dan memperlihatkan kaus dalam bertuliskan "Dani
Jarque siempre con nosotros" yang artinya Dani Jarque selalu bersama kami.Meskipun
klub Iniesta dan Jarque adalah rival satu kota di Catalan, namun keduanya
berteman baik di luar lapangan serta pernah bahu-bahu membahu membawa Spanyol
U-19 menjadi juara Piala Eropa tahun 2002.
Duka serupa pun terulang tahun 2012
ketika salah satu pelatih lokal, Manolo Preciado, meninggal dunia hanya sehari
setelah ditunjuk sebagai pelatih baru Villarreal. Berita duka itu didapat tim
hanya dua hari menjelang dimulainya Piala Eropa.Belum usai duka karena
kehilangan Preciado, tanah Matador kembali kehilangan salah seorang
pesepakbolanya yakni Miki Roque pada 24 Juni kemarin atau tiga hari sebelum
laga semifinal. Roque dipanggil Yang Maha Kuasa usai setahun lebih bergulat
dengan tumor tulang pinggul yang diidapnya.Para pemain La Furia Roja berduka dan
ditandai dengan one minute silence saat sedang melakoni latihan serta memakai
ban hitam di lengan saat melawan Portugal.Maka banyak yang langsung
menghubung-hubungkan jika sukses Spanyol di 2008 dan 2010 harus membawa tumbal
terlebih dulu.
Dan itu pula yang terjadi sebelum laga final Piala Eropa 2012
melawan Italia.Seperti yang diketahui akhirnya Spanyol menang 4-0 dan sukses
mempertahankan gelar Piala Eropa plus merebut treble winners. Sama seperti dua
turnamen sebelumnya, perayaan gelar juara itu dibarengi dengan penghormatan
kepada keempat kompatriot yang sudah tiada itu. Fabregas memakai t-shirt putih
bertuliskan keempat nama alharhum itu lalu Ramos untuk ketiga kalinya memakai
kaos Puerta yang sama.
Sementara itu Pepe Reina memakai jersey Real Betis
"Miki Roque 26", klub di mana pesepakbola 23 tahun itu terakhir
bermain."Aku memakai t-shirt bertuliskan nama mereka yang telah pergi tapi
mereka selalu bersama kami. Kami menghargai kehidupan khususnya seperti
sekarang ini," tutur Fabregas kepada Teleccino."Kami ingin
mendedikasikan untuk keluarga Miki Roque. Miki, kami bersamamu," timpal
bek Spanyol, Gerard Pique.Apa pun mungkin tanggapan orang soal sukses Spanyol
yang membawa tumbal. Namun, yang pasti Puerta, Jarque, Preciado dan Roque akan
tersenyum di sana melihat kesuksesan rekan-rekannya saat ini.(dtc/mrp) Sumber:
detiksport
Review Final EURO 2012 Spanyol Vs Italy
Spanyol menumbangkan Italia 4-0 di final Euro
2012 dan mencetak sejarah baru dalam dunia sepakbola.
Para penikmat sepakbola mengharapkan sebuah perang, tapi
yang mereka dapatkan adalah pembantaian.
La Furia Roja menjadi tim pertama dalam sejarah yang
berhasil memenangi tiga turnamen besar secara beruntun, yaitu Euro 2008, Piala
Dunia 2010, dan Euro 2012, juga tim pertama yang sukses mempertahankan trofi
Henri Delaunay. Selain itu, mereka juga menang dengan margin gol terbesar
sepanjang sejarah final Piala Eropa.
Tepat tiga pekan setelah mengawali perjalanan mereka di
Polandia-Ukraina dengan hasil imbang 1-1 di Gdansk, sang juara bertahan Spanyol
dan Gli Azzurri Italia bersua kembali di arena serta babak yang berbeda, Senin
(02/7).
Jika waktu itu Spanyol dan Italia bentrok di partai
pembukaan Grup C, kali ini mereka berduel di Olympic Stadium, Kiev, untuk
menjadi yang terbaik di partai penutup turnamen.
Banyak orang menilai duel Spanyol kontra Italia di fase grup
sebagai final kepagian, karena para pemain kelas dunia dari kedua tim waktu itu
menampilkan pertahanan, taktik, skill, kreativitas, hingga serangan terbaiknya.
Well, roda nasib benar-benar misterius dan tak bisa
dibantah. Final kepagian itu kini benar-benar berubah menjadi the real final.
Sama dengan laga pertama di Gdansk, laga di Kiev ini kembali
menyuguhkan duel dua kiper nomor wahid, Iker Casillas vs Gianluigi Buffon, dua
pass master sekaligus playmaker terbaik dunia, Xavi vs Andrea Pirlo, serta para
bek tangguh, gelandang brilian dan forward tajam yang menghuni kedua tim.
Untuk laga perebutan mahkota raja Eropa ini, pelatih Spanyol
Vicente del Bosque memasang Fabregas sebagai false 9 dengan diapit oleh David
Silva dan Iniesta, komposisi yang sama seperti ketika mereka menghadapi Italia
pada 10 Juni lalu.
Del Bosque kembali mengandalkan Xavi, yang memiliki rasio
operan tepat sasaran 93% di turnamen ini, sebagai sosok sentral dalam ball
possession football milik Spanyol.
Sementara itu, di kubu Italia, pelatih Cesare Prandelli
mengusung skema diamond midfield, yang terbukti efektif kala menyingkirkan
Inggris dan Jerman.
Satu-satunya perubahan dari ketika mengalahkan Jerman 2-1 di
semifinal adalah kembalinya Abate ke pos bek kanan untuk melengkapi formasi
four-man defence Italia.
Andrea Pirlo, dengan rasio operan tepat sasaran 88%,
dipercaya oleh Prandelli untuk mengatur tempo dan menjadi otak permainan
Italia. Balotelli, yang sejauh ini mencatatkan shot on target (10) terbanyak di
Euro 2012, mengisi lini depan Azzurri bersama Cassano.
Aroma sengitnya sebuah duel final langsung terasa begitu
wasit Pedro Proenca asal Portugal meniupkan peluit tanda kick-off.
Italia sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola di
babak pertama (52% - 48%), tapi justru Spanyol yang berhasil memimpin dua gol
hingga turun minum.
Gol pertama diciptakan oleh Silva memanfaatkan akselerasi
dan umpan tarik Fabregas, sedangkan gol kedua ke gawang Buffon dicetak oleh
Jordi Alba setelah mendapatkan through pass sempurna dari Xavi.
Italia bukannya tanpa peluang. Setidaknya, dua kali Cassano
mengancam Spanyol dengan tendangan kerasnya, tapi semua usahanya masih
terbentur dinding tebal bernama Casillas.
Italia berulang kali melepaskan bola-bola panjang ke lini
depan. Itu memang salah satu senjata utama mereka. Azzurri adalah tim dengan
percobaan bola panjang terbanyak (277) di Euro 2012. Andrea Pirlo (63) dan De
Rossi (56) merupakan yang terdepan dari semua gelandang yang bermain di
Polandia-Ukraina.
Cederanya bek sentral Giorgio Chiellini pada menit 21
rupanya sangat berpengaruh terhadap kesolidan lini pertahanan Italia.
Babak kedua diawali Italia dengan sebuah pergantian.
Cassano, yang sepanjang babak pertama gagal memberikan kontribusi maksimal,
menyerahkan tempatnya kepada Antonio Di Natale.
Masuknya Di Natale cukup memberikan angin segar bagi
Azzurri. Dia langsung mendapatkan dua kesempatan untuk mencetak gol, tapi
upayanya masih melayang di atas mistar dan dihentikan oleh Casillas.
Kesialan Italia bertambah pada menit 61 ketika Thiago Motta
mengalami cedera, padahal dia baru empat menit masuk menggantikan Montolivo.
Parahnya, Motta adalah final substitute Italia di laga ini. Azzurri pun bermain
dengan sepuluh orang, padahal pertandingan masih tersisa 30 menit dan mereka
tertinggal dua gol.
Dari situlah, laga yang semula berjalan seimbang kemudian
berubah menjadi sangat berat sebelah.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh
Spanyol. Mereka mendominasi permainan, mengurung lini pertahanan Italia, dan
memaksa Buffon bekerja keras lewat sejumlah serangan serta tembakan ke arah
gawang.
Handicap ini sungguh membuat Italia keteteran dan Spanyol
berada di atas angin. Xavi pun makin leluasa dan merajalela di lapangan tengah,
area kekuasaannya.
Pada menit 75, Spanyol menarik keluar sang false nine
Fabregas dan memasukkan the real nine, Fernando Torres. Sembilan menit di atas
lapangan, Torres mencetak gol ketiga Spanyol. Itu membuatnya jadi pemain
pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa secara beruntun. Tak cukup
sampai di situ, empat menit berselang, dia mengirim assist untuk gol keempat
timnya lewat sepakan Juan Mata.
Skor 4-0 untuk Spanyol bertahan hingga peluit panjang dan La
Furia Roja pun sukses menuntaskan misinya untuk menulis ulang buku sejarah.
Ini juga menandai kemenangan kompetitif pertama Spanyol atas
Italia setelah nyaris selama seabad. Kemenangan pertama, terakhir dan
satu-satunya atas Italia di turnamen resmi sebelum ini diraih oleh Spanyol pada
Olimpiade 1920. Di perempat final Euro 2008, Spanyol memang mengalahkan Italia,
tapi itu didapat lewat adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan
extra-time.
Casillas memecahkan rekor Dino Zoff, 494 menit tanpa
kebobolan di Piala Eropa. Kiper dan kapten Spanyol itu kini 510 menit tanpa
kebobolan sejak terakhir kali Di Natale merobek gawangnya di fase grup.
Satu lagi, Del Bosque kini menjadi pelatih kedua dalam
sejarah yang sukses mengawinkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.
Torres dan Balotelli finis sebagai joint top scorer bersama
Mario Mandzukic (Kroasia), Mario Gomez (Jerman), Cristiano Ronaldo (Portugal),
dan Alan Dzagoev (Rusia) dengan koleksi tiga gol.
Statistik Spanyol - Italia
Penguasaan bola: 52% - 48%
Shot (on goal): 14 (6) - 11 (4)
Corner: 3 - 3
Pelanggaran: 17 - 10
Offside: 3 - 3
Kartu kuning: 1 - 1
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 4 - 2
Susunan pemain Spanyol (4-3-3): Casillas (c); Arbeloa, Pique,
Ramos, Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; Silva (Pedro 58'), Fabregas (Torres
75'), Iniesta (Mata 87').
Cadangan: Valdes, Reina, Albiol, Martinez, Juanfran,
Cazorla, Navas, Rodriguez, Torres, Negredo, Mata, Llorente.
Susunan pemain Italia (4-3-1-2): Buffon (c); Abate,
Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi;
Montolivo (Motta 55'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46').
Cadangan: Sirigu, De Sanctis, Maggio, Ogbonna, Balzaretti,
Motta, Giaccherini, Diamanti, Nocerino, Di Natale, Borini, Giovinco.
Pencetak gol:
1-0 (14') Silva
2-0 (41') Alba
3-0 (83') Torres
4-0 (88') Mata
Kartu kuning: Pique (25'), Barzagli (45').
Sebanyak 31 pertandingan sudah dilalui, 76 gol telah
tercipta, Spanyol dipastikan berdiri di puncak Eropa, dan tirai megah Euro 2012
pun kini resmi diturunkan.
Sampai bertemu empat tahun lagi di Euro 2016 Prancis.
Sumber : Bola.net
Wednesday, 20 June 2012
Terbaik dan Terburuk di Babak Penyisihan Grup
Babak penyisihan grup Kejuaraan Eropa 2012 telah berakhir. Semua
pertandingan dari grup A hingga grup D telah rampung, sebanyak 8 negara sudah
memastikan tempat di babak perempat final.
Jerman adalah tim terbaik di babak penyisihan grup. Anak asuh Joachim Loew ini
menjadi satu-satunya tim yang mengoleksi poin sempurna, 3 kemenangan dari tiga
pertandingan. Hebatnya lagi Der Panzer melakukannya di grup B yang
disebut-sebut sebagai 'grup neraka'.
Hasil yang diraih juara bertahan Spanyol juga tak kalah impresif. Anak asuh
Vicente Del Bosque tercatat sebagai tim yang paling produktif dan paling
sedikit kebobolan di babak penyisihan grup. Mereka sanggup mencetak 6 gol dan
hanya kebobolan 1 gol.
Sementara itu, Republik Irlandia tercatat sebagai tim terburuk di ajang yang
berlangsung di Polandia dan Ukraina ini. Anak asuh Giovanni Trapattoni gagal
mengoleksi 1 poin pun.
Irlandia hanya sanggup mencetak 1 gol dan kebobolan 9 gol dari 3 pertandingan.
Catatan kebobolan 9 gol ini hanya lebih baik dari Yugoslavia di Kejuaraan Eropa
1984 yang kebobolan 10 gol.
Tak kalah buruk adalah hasil yang diraih Belanda. Sama seperti Irlandia, mereka
juga mengakhiri babak penyisihan grup dengan 3 kekalahan. Parahnya lagi Belanda
datang sebagai salah satu tim favorit dan digadang-gadang sebagai calon kuat
juara.
Catatan kurang baik harus diraih dua tim tuan rumah, Polandia dan Ukraina.
Kedua negara ini harus angkat koper lebih awal. Polandia harus menempati dasar
klasemen grup A dengan 2 poin, sedangkan Ukraina finis di posisi ketiga grup D
dengan 3 poin.
Hal menarik lainnya di babak penyisihan grup adalah tak ada satu laga pun yang
berakhir dengan skor imbang 0-0. Minimal selalu ada 1 gol dalam tiap
pertandingan, ini kali pertama terjadi di babak penyisihan grup Kejuaraan
Eropa.
Persaingan Top Skor
Sejauh ini ada tiga pemain yang sukses mencetak 3 gol di babak penyisihan
grup. Mereka adalah Mario Gomez (Jerman), Mario Mandzukic (Kroasia), dan Alan
Dzagoev (Rusia). Karena Rusia dan Kroasia telah tersingkir, praktis Gomez kini
berpeluang besar menjadi top skorer.
Namun Gomez masih patut waspada. Sebab ada beberapa pemain juga yang sudah
mencetak 2 gol dan lolos ke babak perempat final. Mereka adalah Petr Jiracek
(Republik Ceko), Vaclav Vilar (Republik Ceko), Cristiano Ronaldo (Portugal),
Cesc Fabregas (Spanyol), dan Fernando Torres (Spanyol).
Monday, 18 June 2012
SKUAD JUARA PIALA ASIA TIMNAS INDONESIA U 22 & SEAGAMES 2013
GOALKEEPER (KIPER) :
Tri Windu Anggono (Persis L.I.), Aris Wahyu Nugroho (SAD Indonesia), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema).
DEFENDER (BELAKANG) :
Reffa Arvindo Badherun Money (Persis L.I.), M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol), Alfin Ismail Tuasalamony (CS Vise), Mokhamad Syaifuddin (Universidad De Concepcion), Hasim Kipuw (Persija), Yericho Christiantoko (CS Vise),
Daniel Tata (Persipura), dan Marko Kabiay (Persipura).
MIDFIELDER (TENGAH) :
Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Luxi Ariawan (Persekam), Arthur Irawan (Espanyol), Feri Firmansyah (Universidad de Chile), Ferdiansyah (Persita), Manahati Lestusen (Club Atlético Peñarol), Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Yohanes Ferinando Pahabol (Persidafon), Ahmad Alfarizi (Arema), dan Hendro Siswanto (Arema).
STRIKER (PENYERANG) :
Abdul Rahman Lestaluhu (Club Atlético Peñarol - Uruguay), Antony Putro Nugroho (SAD Indonesia), Yandi Sofyan Munawar (CS Vise), Syamsir Alam (CS Vise), Angga Febrianto (SAD Indonesia), Saddam Husain ( PS SUMBAWA BARAT ), Claudius Dipo Alam (Major League Soccer), Syaffarizal Mursalin Agri (Al Khor), Febrianto Wijaya (Persela), Ichsan Hari Kurniawan (Timnas U 17), dan Terens Owang Priska Puhiri (SAD Indonesia).
COACH INDONESIA NATIONAL TEAM :
JACKSEN F TIAGO.
ASISSTANT COACH :
AJI SANTOSO
BEST STARTING ELEVEN INDONESIA NATIONAL TEAM U 22.
GOALKEEPER (KIPER) :
Kurnia Meiga Hermansyah (Arema).
DEFENDER (BELAKANG) :
M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol), Reffa Arvindo Badherun Money (Persis L.I.), Manahati Lestusen (Club Atlético Peñarol), Yericho Christiantoko (CS Vise).
MIDFIELDER (TENGAH) :
Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Feri Firmansyah (Universidad de Chile), Yohanes Ferinando Pahabol (Persidafon).
STRIKER (PENYERANG) :
Abdul Rahman Lestaluhu (Club Atlético Peñarol - Uruguay), Angga Febrianto (SAD Indonesia), Terens Owang Priska Puhiri (SAD Indonesia).
"saatnya menatap JUARA ASIA dengan skuad muda Terbaik,
bukan asal - asalan IPL atau ISL".
Tuesday, 12 June 2012
Wallpaper keren EURO 2012
Tujuh bintang lapangan yang
tampil di Euro 2012 diwujudkan dalam sebuah karya seni digital art (penuangan
ekspresi seni menggunakan media komputer), ekspresi seni itu diberi titel The
Magnificent Seven (tujuh yang luar biasa). Cristiano Ronaldo, Karim Benzema,
Mario Balotelli, Mesut Ozil, Robert Lewandowski, Wayne Rooney dan Wesley
Snijder menjadi pemain pilihan sang desainer yang bernama Arkadiusz Radek.
Deretan tujuh gambar dibawah ini
merupakan hasil karya seni digital dari Radek, seorang desainer grafis yang
juga penggila bola asal Polandia, perlu kemampuan yang lebih untuk bisa membuat
sebuah hasil karya yang sangat spektakuler seperti ini.
sumber : bola.net
Subscribe to:
Posts (Atom)









